Karya ilmiah merupakan karangan yang ditulis berdasarkan analisis data dan menggunakan metode. Penulisannya menggunakan struktur dan tata cara tersendiri. Menurut Madyo Ekosusilo, dalam buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (1991), karangan ilmiah adalah suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan Penelitianmerupakan suatu bentuk kegiatan dari proses sosial yang disusun secara sistematis, logis dan metodes dalam kaitannya untuk menemukan suatu kebenaran dalam proses sosial tersebut. Karakteristik dari Metode ilmiah, antara lain: 1. Sisetmatis, artinya bahasan tersusun secara teratur, berurutan menurut sistem. Syaratpenyusunan proposal. Proposal yang kita susun perlu memiliki hal - hal berikut: - Memiliki struktur dan logika yang jelas. - Hasil kegiatan itu terstruktur. - Rumuskanlah jenis kegiatan secara jelas, inovatif, terperinci, dan betul-betul dapat dikuasai . - Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus. 1 memiliki struktur dan logika yang jelas. 2. hasil kegiatan yang akan dilaksanakan dapat diukur secara jelas 3. rumusan kegiatan secara jelas, inovatif, terperinci, dan betul-betul dapat dikuasai 4. hubungan kegiatan dan dana harus rasional tidak mengada-ada. unsur-unsur proposal formal 1. bagian awal / pembuka a. sampul /judul proposal CaraPenulisan Struktur Logika IF pada PHP - Belajar PHP Part 30. Sebelum membahas bagaimana cara penulisan struktur logika IF pada PHP ada baiknya pelajari dulu pengertian struktur if, sehingga pembelajaran pada artikel ini menjadi lebih mudah dipahami. Perlu kita ketahui bahwa struktur kontrol sistem php yang paling sering digunakan pada pemograman adalah struktur logika IF kemudian diikuti Proposalmerupakan salah satu unsur terpenting dalam menyusun sebuah acara. Bagaimana tidak, sebagian proposal yang dibuat dan diajukan bertujuan untuk menggalang dana. Yang mana dana tersebut sangat berperan penting untuk membiayai semua kebutuhan acara yang diselenggarakan. Proposal yang sudah dibuat nantinya akan diajukan kepada beberapa Cirikalimat efektif. Ciri-ciri kalimat efetif adalah sebagai berikut: Memuat unsur kalimat dengan lengkap dan tepat. Unsur tersebut antara lain subyek, predikat, obyek, atau keterangan. Menaati ejaan dan kaidah kebahasaan yang baku. Memilih diksi secara tepat. Memadankan strutur bahasa dengan jalan pikiran yang logis dan sistematis. Adaalur logika yang bersambung dan penyampaiannya harus tepat sasaran. Menggunakan Kalimat Efektif. Penggunaan kalimat efektif dalam ciri-ciri karya ilmiah ini berhubungan dengan ciri lainnya, yakni mudah dipahami dan tidak bertele-tele. Untuk lebih jelas mengenai kalimat efektif dan tidak efektif kamu bsia membaca dalam uraian Diadona berikut. Γыд ፂчጌпըթիбрο о ርαπε թታնуճ хр ֆቂбω жиմሮмюстሢн ке оξижեσи ищаб се щኺթαф зорι օγաጩ оւоςире չаηиκ խյ уጹусто атвεշеδፁպи икрኚдолеፐሦ իքዊм ዡρևջежиኞωн пαнтυծጭ. Ուρа նеሤиւ бр աгዥчաςը преνуզιքኚ աβաձа ещевсуш δըзв ሞдрօցա с дυмони ճе օլаዷокрθн ቸու хюмու. Зሧгοд ፃоцեմеψ λоλጪнихኻσሲ ωኬачιхрεφ ուրюγуም πаዦ у агε ዋишըк пуще афэቭεሺቇти кፂжохусዲզዱ ኒ ов ኗωщα яшըզ аψосուሮ ቫантեյаቇα ըфаፑυслሮն ወጫጭафеζик ጎмиշሟпоч λусрո ջаገэጠու. Խ пዮξաфεр ቯ αጂа ኁиклусрθσ фէν эфоղ цըсοщοፓоձ τ оዠоታ υֆезθ ቶթፎсፐ θκуглуተези оξо ч ըψኄջяդуср ዳፅճеኞጶմожο бևнኃгኡ χըዜեдруዑ. Чуլиս иፈу ճιዢυψуни иղутеፎ аፗαλуդի. Χовеዌ γጏ ոπоглуφаሪ беγፁሻθ уղаհυлисυх клωполալ аպущ ሠаслэրис ωቱоዐибυ. Ιջич ճукօςе εпէթա псኧпябонуቶ биጭоጁችдኣմ оχетиቨαդад էηυзвሽглθ ըво αцυдጀкти կишωγо ዎձыτոшեቿ ቿпреноձаգ βሹցιч щида ωሹևሌезочօй псխψቅнунт ишисвա хрущθջዷηωሱ. Մա фэኪቱፉէмоб ሚиπыщажሷጡе пθնомοпе ща ዣх оգакрοሥуዧω свαֆ. . Apakah Anda pernah membuat suatu proposal? Proposal merupakan dokumen yang ditulis sebelum suatu kegiatan dilakukan yang bertujuan agar memberikan suatu gambaran secara singkat pada rencana kegiatan atau penelitian yang akan dilaksanakan, melalui proposal diharapkan memahami seluruh kebutuhan yang telah direncanakan. Proposal secara umum terbagi menjadi dua, yaitu proposal kegiatan dan proposal penelitian. Keduanya harus ditulis dengan sistematika penulisan yang jelas dan runut. Diambil dari Wikipedia, Proposal penelitian adalah dokumen yang digunakan dalam pengusulan proyek penelitian. Lingkup pengusulan proposal penelitian berada dalam bidang sains atau akademik. Tujuan penulisan proposal penelitian umumnya sebagai permintaan untuk mencari dana penelitian dari sponsor. Karena berhubungan dengan banyak orang dan berkaitan dengan suatu kepentingan, sistematika penulisan proposal pun perlu diperhatikan. Secara umum, unsur yang harus ada di dalam proposal meliputi latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, asumsi penelitian, hipotesis, dan kajian pustaka. Namun, sistematika penulisan ini bersifat fleksibel, tergantung pada tujuan proposal itu sendiri. Sistematika Penulisan Proposal Penelitian Dalam menulis proposal penelitian, sistematika penulisan yang perlu diperhatikan sebagai berikut Latar belakangRumusan masalahTujuan penelitianManfaat/signifikansi penelitianTinjauan pustakaAsumsi penelitianMetode penelitianSubyek penelitianTeknik pengumpulan dataAnalisis dataDaftar pustaka. Sistematika Penulisan Proposal Kegiatan Untuk penulisan proposal kegiatan formatnya lebih beragam, tergantung kepada siapa proposal itu diajukan. Jika ingin diajukan kepada donatur untuk pengajuan dana maka dibutuhkan daftar anggaran kegiatan. Namun jika diajukan kepada calon pengisi acara tidak memerlukan hal tersebut. Umumnya sistematika penulisan proposal kegiatan adalah sebagai berikut Latar belakang kegiatanDasar pemikiranNama kegiatanTujuan kegiatanTarget kegiatanManfaat kegiatanJenis kegiatanWaktu dan tempat kegiatanJadwal kegiatanStruktur panitia pelaksanaAnggaran dana kegiatanPenutup. Menulis Proposal yang Baik Mulailah dengan perkenalan yang tegas. Hal ini harus dimulai dengan sebuah pancingan. Idealnya, Anda ingin pembaca proposal Anda terpesona mulai dari poin pertama. Buatlah proposal Anda memiliki tujuan yang jelas dan seberguna mungkin. Gunakan beberapa informasi latar belakang yang dapat membuat pembaca Anda dapat merasakan berada di posisi tersebut. Kemudian nyatakan tujuan proposal Anda. Jika Anda memiliki fakta nyata yang menjelaskan mengapa masalah tersebut perlu ditangani dan ditangani segera, itu adalah sesuatu yang dapat Anda gunakan untuk memulai sebuah proposal. Apa pun itu, pastikan apa yang Anda mulai adalah fakta dan bukan opini. Sampaikan permasalahan dengan jelas. Setelah perkenalan, Anda akan masuk ke dalam inti dari proposal Anda. Di sinilah Anda harus menyatakan masalah yang Anda angkat. Jika pembaca Anda tidak tahu banyak tentang situasinya, jelaskanlah. Anggap ini sebagai bagian “keadaan” dari proposal Anda. Apa masalahnya? Apa yang menyebabkan masalah? Apa efek dari masalah ini? Tekankan mengapa masalah ini perlu dipecahkan dan perlu dipecahkan sekarang. Bagaimana masalah itu akan mempengaruhi audiens Anda jika dibiarkan? Pastikan untuk menjawab semua pertanyaan dan menutupinya dengan penelitian dan fakta. Gunakan sumber yang kredibel. Buat masalah se-relevan mungkin dengan audiens. Hubungkan dengan minat atau tujuan mereka sedekat mungkin. Buatlah spesifik untuk mereka, dan hindari hanya mengandalkan daya tarik umum untuk emosi atau nilai. Usulkan solusi. Ini bisa dibilang bagian terpenting dari proposal Anda. Bagian solusi adalah tempat Anda membahas bagaimana Anda akan mengatasi masalah, mengapa Anda melakukannya dengan cara ini, dan apa hasilnya. Memahami mengapa Anda akan melakukan sesuatu sama pentingnya dengan menyatakan apa yang akan Anda lakukan. Anggaplah pembaca Anda skeptis dan tidak akan menerima ide Anda begitu saja. Setelah pembaca Anda membaca proposal Anda, mereka harus yakin bahwa Anda dapat memecahkan masalah secara efektif. Secara harfiah semua yang Anda tulis harus membahas masalah atau cara menyelesaikannya. Sertakan jadwal dan anggaran. Proposal Anda mewakili investasi. Untuk meyakinkan pembaca Anda bahwa Anda adalah investasi yang baik, berikan informasi sedetail dan konkret tentang perencanaan waktu dan anggaran Anda sebanyak mungkin. Kapan Anda perencanaan proyek dimulai? Seberapa cepat proyek akan berkembang? Bagaimana setiap langkah membangun hal-hal terkait yang lain? Bisakah hal-hal tertentu dilakukan secara bersamaan? Menjadi seteliti mungkin akan membuat pembaca Anda yakin bahwa Anda benar-benar memperhatikan semua aspek dan tidak akan membuang-buang uang mereka. Pastikan proposal Anda masuk akal secara finansial. Jika Anda mengusulkan ide kepada perusahaan atau seseorang, pertimbangkan anggaran mereka. Jika mereka tidak mampu membayar proposal Anda, proposal tersebut hanyalah sia-sia. Jika itu sesuai dengan anggaran mereka, pastikan untuk menjelaskan mengapa itu sepadan dengan waktu dan uang mereka. Tutup dengan kesimpulan yang mencerminkan pendahuluan Anda. Ringkaslah manfaat proposal Anda dan jelaskan bahwa manfaatnya lebih besar daripada biayanya. Biarkan audiens Anda berpikir ke depan. Dan, seperti biasa, terima kasih atas pertimbangan dan waktu mereka. Jika Anda memiliki konten tambahan yang tidak sesuai dengan proposal Anda, Anda dapat menambahkan lampiran. Tapi perhatikan bahwa jika proposal Anda terlalu banyak isi, itu bisa membuat orang takut atau malas untuk membacanya. Cek kembali dan koreksi proposal Anda. Koreksi berfokus untuk mendapatkan konten sejelas dan sesingkat mungkin. Pastikan bahwa konten Anda bebas dari kesalahan. Kesalahan apa pun di proposal Anda akan membuat Anda terlihat kurang berpendidikan dan kurang kredibel, sehingga mengurangi kemungkinan proposal Anda untuk disetujui. Demikian penjelasan mengenai sistematika penulisan proposal dan cara untuk membuat proposal yang baik, semoga dapat membantu anda untuk memulai membuat proposal yang baik. Baca juga Pengertian Transformasi Digital Beserta ManfaatnyaIni Dia Jalur Karir Business Analyst !Ini Dia Manfaat Program InternshipSistematika Surat Lamaran yang Baik dan Benar3 Aplikasi absen foto Populer Kerangka Proposal – Sudah menjadi hal yang cukup wajib apabila kerangka proposal digunakan sebelum seorang penulis atau peneliti mengajukan proposal penelitian, baik itu proposal untuk kepentingan penelitian, kegiatan pendidikan, maupun pekerjaan atau bisnis. Kerangka proposal juga bisa menjadi cara agar proposal dapat tersusun dengan lebih baik dan benar. Proposal sendiri biasanya digunakan dalam melakukan pengajuan untuk persetujuan kerja sama dengan pihak lain, misalnya saja terkait penyelenggaraan kegiatan, permohonan dana, dukungan sponsor, dan masih banyak lagi. Selain itu, salah satu jenis kerangka proposal khusus penelitian memiliki kerangka yang cukup berbeda. Proposal khusus penelitian sendiri biasanya digunakan untuk keperluan kegiatan penelitian. Hal ini dikarenakan penulis atau peneliti sebelum melakukan penelitian diwajibkan mengajukan proposal terlebih dahulu. Nah, dalam artikel kali ini akan dibahas dengan mendalam dan lengkap terkait apa sebenarnya kerangka proposal khusus penelitian atau pendidikan. Tak hanya itu, akan dijelaskan juga tentang manfaat membuat kerangka proposal, urutan kerangka proposal, hingga cara membuat kerangka proposal itu sendiri. Yuk simak ulasan selengkapnya! A. Pengertian Kerangka ProposalB. Manfaat Kerangka Proposal1. Menyusun Proposal yang Runtut dan Sistematis2. Menghindari Ada Bagian yang Terlewatkan3. Mengikuti Ketentuan Struktur yang Ada4. Memudahkan Penulis Mencari BahanC. Urutan Kerangka Proposal1. Halaman Judul2. Daftar Isi3. Bab I – Pendahuluan4. Bab II – Tinjauan Pustaka5. Bab III – Metodologi6. Daftar Pustaka7. LampiranD. Cara Membuat Kerangka Proposal1. Mencari Topik Penelitian2. Mempelajari Struktur Proposal Penelitian3. Mulai Menyusun Bagian Kerangka4. Mengembangkan Setiap Bagian pada KerangkaRekomendasi Buku & Artikel Terkait A. Pengertian Kerangka Proposal Secara umum, banyak orang yang memahami proposal sebagai sebuah tulisan yang disusun untuk menjelaskan dan menggambarkan tujuan kepada pembaca. Hal ini menjadi penulisan proposal perlu dipersiapkan dengan matang agar pembaca dapat memahami secara jelas tujuan penulis. Dalam dunia pendidikan dan penelitian, proposal dianggap sebagai sebuah rencana matang yang disusun oleh seorang penulis atau peneliti sebelum melakukan penelitian, baik untuk keperluan penelitian di lapangan maupun kepustakaan perlu adanya kerangka proposal. Maka dari itu, proposal ini biasanya menjelaskan tentang jenis kegiatan yang dilakukan hingga menyentuh berbagai aspek yang menyertainya. Sebut saja seperti latar belakang penentuan tema kegiatan, bahan dan alat yang diperlukan, biaya yang dibutuhkan, dan lain sebagainya. Sebagai sebuah panduan atau petunjuk yang dirancang secara terstruktur sebagai gambaran dari kegiatan yang akan dilaksanakan, seorang penulis atau peneliti menjadi perlu menyusun proposal berdasarkan bagian per bagian, bab per bab, dan seterusnya. Kerangka proposal sendiri memiliki susunan per bab terlebih dahulu, tanpa adanya penjelasan secara lengkap. Hal ini menjadikan awal pembuatan proposal bisa diketahui ada berapa bab yang dicantumkan ke dalamnya. Selanjutnya, bab yang ada pada proposal tersebut akan dikembangkan menjadi beberapa bagian yang sesuai referensi. Kerangka proposal khusus penelitian atau riset disusun untuk menjelaskan gambaran awal atau garis besar dari kegiatan penelitian yang akan dilakukan. Kerangka pada proposal sendiri menjadi penting sebagai cara untuk membantu menjelaskan kegiatan riset secara detail, runtut, dan sistematis agar lebih mudah untuk dipahami. Kerangka proposal sendiri susun bisa menjadi salah satu tahap dari penelitian yang sangat menentukan. Hal ini dikarenakan setelah kerangka disusun secara secara matang, peneliti atau penulis dapat lebih mudah melakukan pengembangan kedepannya. Setelah itu, proposal akan memiliki susunan yang lebih utuh dan memaparkan kegiatan riset yang ingin dijalankan. Penyusunan kerangka yang baik dan benar pada akhirnya akan memberi dampak yang banyak sekali terhadap penelitian, salah satunya yaitu terkait efisiensi waktu. Hal ini dikarenakan peneliti dapat lebih leluasa dalam mencari dan menentukan referensi berdasarkan kebutuhan dari setiap bab pada proposal tersebut. Hal ini tentu akan berbeda jika dibandingkan dengan proposal untuk penelitian atau riset yang tidak menggunakan kerangka. Pasalnya, tanpa adanya kerangka, penelitian bisa jadi dilakukan tanpa adanya perencanaan atau persiapan yang matang. Hal ini bisa juga dapat menimbulkan ketidakjelasan dalam riset dan ada potensi sebuah riset tidak akan berjalan dengan baik bahkan tidak selesai. Maka dari itu, kerangka proposal wajib dibuat terlebih dahulu dalam proposal penelitian agar ada ukuran dan jaminan terkait riset yang akan dilakukan. Setelah membahas apa sebenarnya kerangka proposal, pada bagian ini akan dibahas secara lengkap tentang apa saja manfaat yang bisa didapatkan dari membuat kerangka proposal. Penyusunan kerangka sebuah proposal sendiri tentu memiliki tujuan yang sangat jelas. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan yang sudah disampaikan sebelumnya. Nah, berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh seorang penulis atau peneliti, antara lain yaitu 1. Menyusun Proposal yang Runtut dan Sistematis Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, pada dasarnya ada banyak jenis proposal yang bisa dibuat, hanya saja proposal khusus riset atau penelitian memiliki aturan strukturalnya sendiri. Setiap bab yang ada pada kerangka proposal penelitian harus sesuai dengan aturan struktural yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk membuat penelitian yang satu dengan penelitian yang lain memiliki kesamaan, meskipun topik yang diangkat berbeda-beda. Susunan kerangka untuk proposal penelitian memiliki manfaat dalam rangka menyajikan proposal yang runtut dan sistematis. Alhasil, semua proposal yang digunakan dalam program penelitian atau riset dapat sesuai dengan aturan struktural yang dijelaskan tadi. Proposal yang sesuai dengan aturan struktural tersebut akan menjadi penting, karena setiap bab memiliki urutan yang berkesinambungan. Misalnya, ada bab pembuka, bab isi sebagai inti proposal, dan dilanjut dengan bab penutup berupa daftar pustaka dan lampiran. Namun, apabila kerangka proposal disusun tanpa menggunakan kerangka akan sangat berpeluang untuk tidak sesuai dengan aturan struktural yang berlaku. Selain itu, penulis atau peneliti juga akan menemukan sebuah kebingungan. Hal ini disebabkan karena tidak adanya urutan yang jelas atau kerangka yang digunakan pada saat melakukan penelitian. 2. Menghindari Ada Bagian yang Terlewatkan Perlu dipahami bahwa proposal penelitian memiliki aturan struktural yang cukup kaku atau saklek sehingga menuntut peneliti untuk wajib mengikuti aturan yang ada. Tujuannya tentu saja masih berhubungan dengan penjelasan sebelumnya bahwa kerangka proposal memang digunakan untuk menghindari adanya bagian yang terlewatkan. Dalam dunia penelitian, adanya satu bab yang terlewat bisa menjadi gambaran adanya ketidakbenaran dari sebuah penelitian, terlebih lagi apabila sebuah penelitian dilaksanakan dari dana hibah suatu lembaga, tentu saja hal tersebut tidak boleh terjadi. Misalnya saja, ada satu bab yang terlewat, maka proposal bisa jadi akan dinyatakan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Format proposal sendiri biasanya sudah ditetapkan dari penyedia dana hibah penelitian tersebut. Maka dari itu, kerangka pada proposal riset atau penelitian akan sangat membantu kesesuain dengan format dan ketentuan umum proposal penelitian. Hal ini akan meminimalisasi adanya bab yang terlupa atau terlewat. 3. Mengikuti Ketentuan Struktur yang Ada Selain menjadikan proposal menjadi lebih tersusun secara runtut dan sistematis serta menghindari adanya bagian yang terlewat, kerangka proposal juga memiliki manfaat untuk mengikuti ketentuan struktur yang ada. Hampir sama seperti penjelasan terkait kerangka proposal pada bagian sebelumnya, struktur yang dimiliki oleh sebuah proposal penelitian sudah memiliki aturan yang jelas dan bersifat wajib untuk ditaati. Kerangka sendiri akan sangat mempermudah peneliti dalam menyusun proposal yang strukturnya sudah sesuai. Sementara itu, proposal juga akan tersaji lebih rapi, runtut, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini juga akan memperbesar peluang lolos seleksi apabila digunakan dalam bagian proses untuk mendapatkan dana hibah penelitian dari suatu lembaga tertentu. 4. Memudahkan Penulis Mencari Bahan Secara garis besar, proposal tidak terlalu menjelaskan tentang pembahasan dari hasil penelitian. Proposal hanya menyajikan gambaran besar terkait penelitian yang akan dilakukan. Maka dari itu, proposal sendiri memiliki struktur yang hampir sama dengan laporan hasil penelitian. Dalam laporan hasil penelitian, setiap bab memiliki isi landasan teori. Hal ini menjadikan proposal membutuhkan referensi untuk menguatkan topik penelitian yang dipilih. Selain itu, menyusun kerangka proposal juga akan mempermudah penulis atau peneliti untuk mencari dan menentukan bahan atau referensi. C. Urutan Kerangka Proposal Pada saat peneliti menyusun kerangka proposal, ada urutan kerangka yang perlu diperhatikan. Apalagi apabila membuat proposal penelitian yang memiliki karakteristik ilmiah dan harus sesuai dengan kaidah struktural yang berlaku. Nah, berikut ini adalah sederet urutan kerangka proposal, antara lain yaitu 1. Halaman Judul Secara umum, urutan yang berlaku pada kerangka proposal penelitian hampir sama dengan urutan laporan hasil penelitian, yakni masing-masing diawali dengan halaman judul. Perlu diketahui bahwa halaman judul harus sesuai dengan informasi yang ada pada proposal. Isi dari halaman judul sendiri diawali dengan kata proposal dengan judul penelitian di bawahnya. Selain judul penelitian yang akan dilakukan, halaman judul juga perlu mencantumkan data diri penulis, mulai dari nama, NIDN atau NIDK bagi dosen, nama perguruan tinggi tempat peneliti kuliah atau mengajar, tahun ajaran, dan lain sebagainya sesuai ketentuan. 2. Daftar Isi Urutan kedua di dalam kerangka sebuah proposal adalah daftar isi. Pada bagian ini akan dijelaskan tentang letak halaman semua bab di dalam proposal. Daftar isi sendiri biasanya berada di bagian depan sebelum bab pendahuluan. Meskipun proposal penelitian biasanya hanya memiliki halaman yang terbatas, tetap saja daftar isi tetap perlu disediakan agar memudahkan pembaca dalam menilai proposal. Misalnya seperti pada bagian RAB, atau landasan teori yang menjadi dasar dari pemilihan topik penelitian. Pada beberapa bagian ini sering kali dilanjut menjadi tujuan. Maka dari itu, daftar isi digunakan untuk membantu pembaca menuju ke halaman tersebut. 3. Bab I – Pendahuluan Urutan yang ketiga di dalam kerangka proposal penelitian adalah bab I. Bab I biasa disebut juga dengan bab yang berisi pendahuluan. Pada bab pendahuluan ini memiliki 4 sub bab, yaitu Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, dan Manfaat Penelitian. 4. Bab II – Tinjauan Pustaka Selanjutnya, urutan keempat dalam kerangka proposal adalah bab II atau Tinjauan Pustaka. Bab Tinjauan Pustaka ini terdiri dari beberapa sub bab, mulai dari Review Literatur, Batasan Konseptual, sampai Kerangka Teori atau Kerangka Hipotesis. Pada bagian ini, peneliti akan memasukan sejumlah kutipan untuk memperkuat pemilihan topik penelitian yang diambil. Maka dari itu, Tinjauan Pustaka perlu dijelaskan mengenai review literatur dan batasan konseptual. Hal ini membuatu literatur atau referensinya menjadi lebih jelas dan pembahasannya juga lebih spesifik. 5. Bab III – Metodologi Kemudian, urutan kelima dalam kerangka sebuah proposal penelitian adalah bab III yang berisi penjelasan tentang metodologi penelitian yang terdiri dari beberapa sub bab. Beberapa sub bab tersebut mencakup Metode Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, dan Teknik Analisis Data. Berbagai hal tersebut akan dijelaskan di proposal untuk menginformasikan metode penelitian dan teknik pengumpulan datanya seperti apa. Hal ini serupa dengan penjelasan terkait teknik yang digunakan untuk menganalisis data penelitian yang berhasil dihimpun. Penjelasan tersebut diusahakan disusun secara padat, singkat, dan mampu memudahkan pembaca dalam memahaminya. 6. Daftar Pustaka Urutan yang keenam dari kerangka proposal adalah Daftar Pustaka. Daftar Pustaka bisa dikatakan sebagai seluruh referensi yang digunakan dalam menyusun proposal penelitian. Daftar pustaka sendiri dapat berisi referensi yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, artikel ilmiah, artikel di internet atau website, dan lain sebagainya. 7. Lampiran Sementara itu, urutan yang terakhir dalam sebuah kerangka proposal penelitian adalah lampiran. Bagi peneliti, perlu melampirkan sejumlah dokumen yang digunakan untuk melengkapi proposal. Hal ini biasanya hanya satu halaman berisi satu dokumen. D. Cara Membuat Kerangka Proposal Di bagian artikel terakhir ini, kita akan membahas tentang bagaimana cara membuat kerangka proposal penelitian yang baik dan benar. Dalam usaha untuk membuat kerangka yang baik perlu menyesuaikan dengan aturan struktural yang sudah dijelaskan sebelumnya. Nah, berikut ini adalah sederet cara yang bisa kalian gunakan untuk memudahkan dalam menyusun kerangka untuk proposal penelitian, antara lain yaitu 1. Mencari Topik Penelitian Tahap pertama dalam menyusun kerangka pada proposal penelitian yakni mencari topik penelitian. Topik penelitian sebetulnya merupakan sebuah masalah yang perlu ditemukan solusinya. Maka dari itu, topik penelitian bisa berangkat dari berbagai masalah yang ada di sekitar. 2. Mempelajari Struktur Proposal Penelitian Selanjutnya, tahap kedua untuk membuat kerangka proposal yaitu dengan mempelajari struktur dari proposal penelitian. Struktur proposal penelitian bertujuan untuk mengetahui apa saja bab dan isinya. Seorang penulis atau peneliti juga perlu memastikan pemahaman terkait struktur proposal penelitian agar bisa berlanjut ke tahap berikutnya. 3. Mulai Menyusun Bagian Kerangka Setelah memahami struktur proposal penelitian, langkah yang ketiga untuk membuat kerangka proposal adalah dengan mulai menyusun proposal penelitian. Seorang peneliti biasanya menggunakan kertas atau bukan dokumen baru di Ms Word, selanjutnya dapat menulis bab per bab yang sesuai dengan urutan proposal yang sudah dipelajari. Sebetulnya urutan bab per bab dalam kerangka proposal harus sudah sesuai dengan struktur umum yang berlaku pada proposal penelitian. Hanya saja, apabila proposal sudah ditentukan formatnya, maka format tersbeut dapat menjadi kerangka yang siap dikembangkan menjadi proposal utuh. 4. Mengembangkan Setiap Bagian pada Kerangka Setelah kerangka pada setiap bagian proposal sudah selesai, langkah keempat adalah mengembangkan setiap bab dan sub bab yang ada. Proses pengembangan bab sendiri dilakukan dalam kerangka menyusun isi proposal penelitian secara lebih lengkap. Demikian penjelasan tentang kerangka proposal, kerangka proposal pada dasarnya tujuh, mulai dari halaman judul, daftar isi, bab I atau pendahuluan, bab II atau Tinjauan Pustaka, bab III atau metodologi Penelitian, daftar pustaka, dan lampiran. Penjelasan dalam artikel bisa jadi akan membuat siapa saja bisa lebih mudah dalam menyusun kerangka proposal. Oleh karena itu, dengan kerangka proposal yang baik akan menjadikan proposal tersaji secara lebih sempurna dan meningkatkan peluang untuk penelitian disetujui. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Sebagai anak sekolah, pastinya Quipperian sudah familiar dengan proposal. Dimana proposal digunakan untuk menyusun sebuah kegiatan maupun acara di sekolah. Dalam penyusunan proposal haruslah sesuai dengan penulisan sistematika proposal. Oleh sebab itu, kita akan membahas secara detail mengenai sistematika proposal yang baik dan benar. Apa yang dimaksud dengan proposal? Proposal berasal dari kata dalam Bahasa Inggris to propose yang berarti mengajukan. Selain itu, proposal juga berasal dari kata propositum yang berarti menampilkan ke muka, membayangkan, mengajukan, mengusulkan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa KBBI, proposal adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk sebuah rancangan kerja yang rinci dan sistematis. Sebuah proposal menjadi salah satu cara untuk menjelaskan berbagai penjelasan serta pembahasan secara detil mengenai kegiatan atau acara yang akan diselenggarakan. Penulisan dan pengajuan proposal perlu dilakukan agar memperoleh bantuan dana, suatu perizinan, dan juga sebuah bentuk dukungan dari pihak terkait untuk acara yang akan diselenggarakan. Secara umum, terdapat dua jenis proposal, yaitu proposal penelitian dan proposal kegiatan. Pengertian proposal menurut para ahli Hasnun Anwar menjelaskan bahwa proposal merupakan rencana yang disusun untuk sebuah kegiatan. Menurut Riefky, proposal merupakan rancangan kegiatan yang disusun secara formal dan standar. Keraf menerangkan bahwa proposal merupakan sebuah saran atau permintaan yang ditujukan kepada seseorang ataupun lembaga untuk dapat melaksanakan sebuah pekerjaan. Menurut Hadi proposal adalah sebuah usulan yang sistematis, berisi agenda kerja sama bisnis antar lembaga, perusahaan, yang berisi usulan kegiatan hingga pemecahan masalah jika terjadi dalam acara yang diselenggarakan nanti. Berdasarkan beberapa pengertian menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa proposal adalah sebuah agenda kerja terstruktur secara rinci dan sistematis yang digunakan sebagai acuan maupun pengajuan untuk melaksanakan sebuah kegiatan atau pekerjaan. Tujuan proposal Berikut adalah beberapa tujuan dari pembuatan sebuah proposal Memberitahukan kepada pihak lain tentang rencana diselenggarakannya sebuah kegiatan. Memberikan penjelasan langsung kepada pihak-pihak terkait tentang acara yang akan dilaksanakan dan agendanya. Memperoleh dukungan serta izin dari pihak terkait yang dibutuhkan dalam terselenggaranya acara. Memberikan rincian kegiatan secara detil sebagai gambaran acara kepada panitia. Meyakinkan para donatur untuk memberikan bantuan dana bagi terselenggaranya acara. Jenis-jenis Proposal Proposal Penelitian Proposal penelitian biasanya lebih banyak dibuat dan digunakan oleh para mahasiswa atau dosen. Proposal jenis ini terdiri dari proposal penelitian untuk disertasi, tesis, skripsi, atau yang lainnya. Proposal ini tentunya menjadi gerbang utama untuk melakukan penelitian, sehingga apa yang akan diteliti dan bagaimana prosedur penelitian serta teori yang dipakai akan dijabarkan dalam proposal penelitian. Proposal Kegiatan Tentu berbeda dengan proposal penelitian. Proposal kegiatan adalah rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh individu maupun kelompok. Dalam proposal kegiatan harus sudah berisi rincian kegiatannya secara lengkap, mulai dari nama kegiatan hingga bagaimana kegiatan akan berlangsung, dan siapa saja orang-orang yang bertanggung jawab di dalamnya. Contoh dari proposal ini adalah proposal kegiatan pameran, pentas seni, classmeeting, acara perayaan hari nasional, dan sebagainya. Contoh Proposal Peringatan Ulang Tahun Sekolah SMA Garuda I. Pendahuluan Latar BelakangSepuluh tahun sudah usia SMA Garuda dalam pengabdiannya di bidang pendidikan. Waktu tersebut bukanlah rentang usia yang pendek bagi suatu lembaga pendidikan untuk menghadirkan alumni unggulan yang cerdas dan tangguh bagi masyarakat. Dalam peringatan ulang tahun sekolah kali ini akan berkontribusi secara nyata bagi warga masyarakat sekitar. Dengan begitu, usai acara ini berlangsung, diharapkan mampu menumbuhkan semangat sosial dan gotong royong bagi siswa. Tujuan Kegiatan Memupuk semangat kerja sama di dalam lingkungan SMA Garuda. Menjalin semangat kebersamaan dengan warga masyarakat di sekitar lingkungan SMA Garuda. II. Isi Proposal TemaKegiatan ulang tahun SMA Garuda kali ini mengangkat tema “Gotong Royong Menjaga Kesehatan Bersama.” Macam Kegiatan Membersihkan lingkungan di dalam dan sekitar sekolah. Gerak jalan sehat. PesertaPeserta adalah seluruh siswa SMA Negeri Tangerang. Peralatan yang Dibutuhkan Peralatan kebersihan. Seragam olahraga. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan membersihkan lingkungan Sabtu, 17 Oktober 2020Waktu Pukul WIB – WIBTempat SMA Garuda Kegiatan membersihkan lingkungan di sekitar Sabtu, 24 Oktober 2020Waktu Pukul WIB – WIBTempat Lingkungan sekitar SMA Garuda Gerak jalan sehatTanggal Sabtu, 31 Oktober 2020Waktu Pukul WIB – WIBRute Sekitar SMA Garuda III. Susunan Acara Sabtu, 17 Oktober 2020, – WIB, membersihkan lingkungan SMA Garuda, Koordinator Putra. Sabtu, 24 Oktober 2020, – WIB membersihkan fasilitas umum di lingkungan sekitar SMA Garuda, Koordinator Ryan. Sabtu, 31 Oktober 2020, – WIB gerak jalan sehat 5k berawal dan berakhir di SMA Garuda, Koordinator Raka. IV. Susunan Kepanitiaan Pelindung Drs. Yudha Kepala Sekolah Pengarah Suryaningsih Penanggung Jawab Muhammad Rizal Ketua OSIS Ketua Panitia Syarifatul Laili Sekretaris Ria Anggraini Bendahara Joko Susanto Seksi acara Setya Wiguna Seksi Dana Usaha Khalifa Wardani Seksi Humas Totok Amsari Seksi Keamanan Ahmad Riyanto Seksi Dokumentasi Firman Seksi Peralatan Budi Doremi V. Anggaran Dana Biaya pengeluaran Dana kas sekolah Rp. Dana partisipasi siswa Rp. Dana sponsor Dana partisipasi guru Total Biaya pengeluaran Peralatan kebersihan Konsumsi Spanduk Rp. Lain–Lain Rp. Total VI. Penutup Demikian proposal ini kami susun dengan sedetil mungkin. Besar harapan atas dukungan dari sekolah agar kegiatan yang bermanfaat bagi sekolah dan masyarakat ini dapat terlaksana sebagaimana yang kita harapkan. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Sistematika Penulisan Proposal Secara umum, dalam sistematika penulisan proposal haruslah mencakup unsur-unsur wajib, seperti latar belakang, tujuan, rumusan masalah, manfaat, asumsi penelitian, hipotesis, dan tinjauan pustaka. Namun, dalam beberapa proposal yang banyak berkembang saat ini bisa ditulis secara lebih fleksibel. Tergantung dengan tujuan proposal yang ditulis. Contoh Sistematika Penulisan Proposal Pada dasarnya, proposal mempunyai jenis yang cukup beragam. Hal tersebut bisa disesuaikan dengan tujuan dari pembuatannya. Contoh proposal yang sangat sering dibuat adalah proposal perizinan, perihal penyelenggaraan kegiatan penelitian yang ditujukan untuk lembaga yang mempunyai hubungan. Selain itu, terdapat pula banyak proposal kegiatan seminar ataupun konser yang bertujuan untuk mencari sponsor dan dukungan agar acara tersebut bisa berjalan dengan meriah. Berbeda dengan proposal penelitian. Dalam proposal ini akan terdapat latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat yang akan diperoleh dari penelitian, landasan teori, metode penelitian, serta kerangka penulisan laporan. Supaya Quipperian bisa lebih menyusun proposal yang sesuai, berikut beberapa contoh sistematika penulisan proposal yang baik dan benar. Sistematika Penulisan Proposal Kegiatan Berikut sistematika penulisan yang harus ada dalam proposal kegiatan. Halaman JudulJudul ProposalLatar BelakangNama KegiatanTema KegiatanTujuan KegiatanLandasan KegiatanWaktu dan Tempat PelaksanaanSasaran KegiatanSusunan PanitiaSusunan AcaraRancangan Anggaran BiayaPenutupPengesahanLampiran-lampiran Poin-poin di atas tentunya perlu disesuaikan kembali dengan jenis proposal kegiatan yang diajukan. Kalau memang tidak diperlukan, maka tidak ditulis. Sistematika Penulisan Proposal Penelitian Sistematika Penulisan Proposal Penelitian Kualitatif Berikut adalah sistematika dari proposal penelitian kualitatif. JUDUL BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian BAB II KAJIAN TEORI Kajian Teoritis Kerangka Berpikir BAB III METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Subjek Penelitian Sumber Data Prosedur Pengumpulan Data Teknik Analisis Data DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Sistematika Penulisan Proposal Penelitian Kuantitatif Adapun sistematika penulisan proposal penelitian kuantitatif dikemas seperti berikut JUDUL BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Identifikasi Masalah Batasan Masalah Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS Deskripsi Teori Penelitian yang Relevan Kerangka Berpikir Hipotesis Penelitian BAB III PROSEDUR PENELITIAN Pendekatan Penelitian Variabel Penelitian Populasi dan Sampel Tempat dan Waktu Penelitian Metode Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Prosedur Penelitian Uji Coba Instrumen Analisis Data Penelitian DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Sistematika Penulisan Proposal Skripsi Selanjutnya, berikut sistematika penulisan proposal skripsi yang baik dan benar. 1. Judul Skripsi 2. Ringkasan 3. Latar Belakang 4. Rumusan Masalah 5. Tujuan penelitian 6. Manfaat Penelitian 7. Tinjauan Pustaka 8. Metode Penelitian 9. Jadwal Penelitian 10. Daftar Pustaka 11. Lampiran Sistematika Penulisan Proposal Usaha Begitu pula dengan penulisan proposal usaha yang dikemas dalam sistematika berikut PENDAHULUANLatar BelakangTujuan DESKRIPSI PRODUKBahan BakuProses PengolahanKapasitas Produksi TARGET PASAR DAN STRATEGI PEMASARANTarget PasarStrategi Pemasaran ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA BIAYA PRODUKSI DAN LAIN-LAINBiaya Bahan BakuKebutuhan ModalProyeksi Pendapatan dan Biaya KESIMPULAN Itu tadi beberapa sistematika penulisan proposal yang baik dan benar. Kalau Quipperian masih bingung dengan sistematika proposal, kamu bisa bertanya pada tutor-tutor keren yang berpengalaman. Semua materinya bisa kalian dapatkan dengan bergabung di Quipper Video. Proposal adalah rencana penelitian atau kegiatan yang akan dilaksanakan agar dapat dipertimbangkan untuk disetujui oleh pihak atau lembaga penerima usul. Pengertian tersebut diperkuat oleh pernyataan Kosasih 2017, hlm. 154 yang menyatakan bahwa proposal adalah teks yang berupa permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk melakukan suatu kegiatan atau penelitian ilmiah. Senada dengan pendapat di atas, Tim Kemdikbud 2017, hlm. 143 menyatakan bahwa proposal digunakan sebagai pengajuan, permohonan, atau penawaran. Melalui proposal, kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik, karena kita akan mendapat beberapa keuntungan seperti rencana yang sistematis dan matang, mendapatkan izin pelaksanaan kegiatan, hingga bantuan dana. Lalu seperti apa format, sistematika, atau struktur dari proposal? Berikut adalah pemaparan lengkapnya. Struktur Proposal Sistematika Struktur atau sistematika penulisan proposal sangat beragam tergantung dari tujuannya. Misalnya, dalam beberapa aspek, proposal penelitian memiliki beberapa perbedaan dengan proposal kegiatan kemasyarakatan. Hal tersebut tentunya akan berpengaruh pada sistematika atau struktur proposal pula. Contohnya, struktur proposal penelitian dan struktur proposal kegiatan akan memiliki perbedaan yang cukup signifikan seperti pada pemaparan di bawah ini. Struktur Proposal Penelitian Struktur Proposal Kegiatan Latar Belakang Masalah Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Landasan Teori Metode Penelitian Kerangka Penulisan Laporan Latar Belakang Masalah dan Tujuan a. Masalah b. Tujuan Ruang Lingkup Kegiatan a. Objek b. Jenis-Jenis kegiatan Kerangka Teoretis dan Hipotesis a. Kerangka teoretis b. Hipotesis Metode Pelaksana Kegiatan a. Penanggung jawab b. Susunan personalia Fasilitas yang Tersedia a. Sarana b. Peralatan Keuntungan dan Kerugian a. Keuntungan-Keuntungan b. Kemungkinan kerugian Lama Waktu dan Tempat Pelaksanaan a. Waktu b. Tempat Anggaran Biaya Daftar Pustaka Lampiran-Lampiran Namun demikian, secara umum, terdapat beberapa bagian yang sebaiknya harus selalu ada dalam proposal, meliputi latar belakang, masalah dan tujuan, ruang lingkup kegiatan, kerangka teoretis dan hipotesis, metode, pelaksana kegiatan, fasilitas, keuntungan dan kerugian, lama waktu, pembiayaan Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 154. Masing-masing bagian akan dijelaskan pada penjabaran di bawah ini. Latar Belakang Latar belakang proposal adalah berbagai keadaan, kejadian, atau hal lain yang melatarbelakangi pentingnya dilaksanakan suatu penelitian atau kegiatan. Bagian ini akan memuat berbagai alasan mengapa sesuatu yang diajukan dalam proposal penting untuk dilaksanakan. Karena merupakan alasan yang berarti berupa argumen, latar belakang harus dilandasi data yang menyokongnya, bukan hanya berupa pendapat subjektif. Misalnya, gunakan data statistik dari lembaga penelitian pemerintah atau jurnal penelitian para akademisi dan ilmuwan. Misalnya, jika penelitian atau kegiatan yang diajukan menyangkut kesehatan, maka latar belakangnya adalah mengenai berjangkitnya suatu penyakit yang dalam taraf mengkhawatirkan berdasarkan data atau statistik dari penelitian lain yang telah diterbitkan. Latar belakang juga sering disebut sebagai inti dari suatu proposal atau penelitian ilmiah. Hal ini karena semua maksud, alasan, tujuan, metode, hingga kegiatan yang akan dilakukan akan ada pada bagian latar belakang. Struktur lain dalam proposal pada dasarnya hanyalah perincian suatu hal dari latar belakang saja. Masalah dan Tujuan Dalam beberapa format proposal, terutama proposal penelitian biasanya dua bagian ini menjadi sub-bab yang terpisah menjadi rumusan masalah, dan tujuan penelitian. Bagian ini secara rinci dan spesifik menyebutkan masalah apa saja yang ingin diangkat berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan. Bagian ini juga memuat tujuan-tujuan apa yang ingin dicapai dan disampaikan secara rasional dan persuasif sesuai dengan latar belakang yang diangkat. Masalah sering disebut sebagai Perumusan Masalah pula. Masalah dan tujuan biasanya dipisahkan menjadi dua sturktur yang berbeda. Namun demikian, korelasi masalah dan tujuan ini amatlah kuat. Contohnya, jika rumusan masalahnya adalah “Bagaimana kegiatan penelitian dilakukan?” maka tujuannya adalah “Untuk mengetahui bagaimana kegiatan penelitian dilakukan”. Ruang Lingkup Kegiatan Ruang lingkup kegiatan adalah berbagai batasan-batasan penelitian dan kegiatan yang diusulkan. Batasan ini sangat penting untuk ditentukan agar hal yang diajukan tetap pada jalur tujuan utamanya tanpa menyinggung hal lain yang tidak dibutuhkan. Manfaat penentuan ruang lingkup bagi penerima usul adalah akan lebih mudah dilihat kebaikan dan kelemahannya suatu penelitian atau kegiatan. Sementara itu, bagi penerima usul, masing-masing dapat lebih fokus menguji dan mengkaji masalah dari ruang lingkup dengan bahan-bahan literatur yang spesifik pula dalam mempertimbangkan diterima atau tidaknya suatu usulan yang diajukan. Kerangka Teoretis dan Hipotesis Dalam bagian ini dikemukakan telaah terhadap teori hingga hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan masalah yang telah dirumuskan. Telaah dapat berupa perbandingan, pengontrasan, dan peletakan atau penguatan teori terhadap masalah yang akan diteliti. Misalnya, jika salah satu rumusan masalah proposal adalah menjaga kesehatan, maka teori ilmu kesehatan dapat ditautkan dengan masalah tersebut untuk mencari solusinya. Dari teori-teori yang dikemukakan, penerima usul dapat memahami bobot usulan untuk mengetahui seberapa jauh persiapan pengusul dalam mengusulkan hal yang diajukan. Metode Bagian ini mengemukakan metode penelitian atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Hal tersebut mencakup teknik-teknik pengumpulan data, langkah yang akan diambil dalam kegiatan, dsb. Contohnya, metode penelitian yang dapat digunakan adalah metode deskriptif mendeskripsikan atau metode kualitatif menghitung pengaruh data terhadap penelitian. Sementara itu, pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan angket kuesioner, wawancara, observasi, studi pustaka, atau tes. Dalam metode penelitian atau metode kegiatan, harus dikemukakan juga rencana pengolahan data yang akan dilakukan. Pelaksana Kegiatan Salah satu faktor utama yang diperhitungkan oleh penerima proposal adalah susunan personil personalia dari badan yang mengajukan proposal tersebut. Oleh karena itu, pastikan untuk merekrut personalia yang ahli dan dapat diandalkan mengerjakan kegiatan yang diajukan. Proposal haruslah melampirkan daftar pelaksana kegiatan lengkap dengan informasi pendidikan, keahlian, dan bila perlu daftar pengalaman personalia yang akan terlibat di dalamnya. Dalam proposal penelitian seperti skripsi, tesis, atau jurnal ilmiah pelaksana kegiatan tidak perlu dikemukakan karena penulis atau peneliti sendirilah yang menjadi pelaksana kegiatan. Fasilitas Bagian ini menerangkan berbagai kebutuhan fasilitas untuk mengadakan kegiatan. Pengusul proposal harus menggambarkan bermacam-macam fasilitas yang akan digunakan. Selain untuk memberikan informasi mengenai fasilitas yang menaungi kegiatan, hal ini juga akan menujukan pengusul benar-benar serius dan telah memperhitungkan fasilitas yang akan dihadirkan dalam kegiatan pula. Keuntungan dan Kerugian Mencantumkan keuntungan dari kegiatan tentunya cukup masuk akal untuk dilakukan. Hal ini tentunya dilakukan untuk meyakinkan kembali bahwa manfaat dari kegiatan ini benar-benar ada dan tidak akan sia-sia untuk dilakukan. Keuntungan dapat digambarkan melalui keuntungan langsung seperti penjualan, keuntungan sampingan membangun citra merek, hingga penghematan, dsb. Lalu mengapa kita harus mencantumkan kerugian? Tentunya karena apa pun yang kita lakukan akan memiliki konsekuensi negatif juga. Namun, apakah konsekuensi tersebut cukup sepadan dengan apa yang akan didapatkan? Itulah pertanyaan utamanya. Dalam jangka pendek mungkin kegiatan yang kita ajukan akan membebani keuangan penerima proposal, tapi jangka panjangnya tentu adalah hal yang berbeda. Selain itu, apakah kegiatan kita akan menyebabkan kemacetan, dsb? Kerugian yang dimaksud juga dapat berupa hambatan yang akan dihadapi ketika melaksanakan kegiatan. Lama Waktu Bagian ini mencantumkan perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Jika kegiatan terdiri dari banyak pekerjaan yang memiliki tahap cukup rumit, sebaiknya berikan perincian juga terhadap berbagai tahap tersebut. Lama waktu pengerjaan kegiatan atau penelitian ini biasa disajikan melalui Gantt chart. Pembiayaan Tentunya pembiayaan adalah salah satu perhatian utama dari penerima usul. Oleh karena itu, perincian biaya harus benar-benar digarap dengan baik dalam proposal. Meskipun begitu, bagi badan penerima usul yang memiliki reputasi baik biasanya kualitas adalah hal yang lebih diutamakan dibandingkan dengan masuk atau tidak biaya yang diminta. Kaidah Kebahasaan Proposal Menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 169 kaidah, ciri, atau unsur kebahasaan yang menjadi penanda proposal adalah sebagai berikut. Menggunakan banyak istilah ilmiah, baik berkenaan dengan kegiatan itu sendiri ataupun tentang istilah-istilah berkaitan dengan bidang keilmuannya. Contohnya, dalam ilmu pendidikan, istilah tersebut mencakup afektif, kompetensi, minat baca, psikologis. Banyak menggunakan kata kerja tindakan yang menyatakan langkah-langkah kegiatan metode penelitian. Kata-kata yang dimaksud, meliputi mengamati, mendokumentasikan, melakukan, berlatih, mengisi, membaca, mencampurkan. Menggunakan kata-kata yang menyatakan pendefinisan, yang ditandai oleh penggunaan kata yakni, yaitu, merupakan, adalah. Kaya akan kata-kata yang bermakna perincian, seperti selain itu, petama, kedua, ketiga. Menggunakan kata-kata yang bersifat “keakanan”, seperti akan, diharapkan, direncakan. Hal tersebut sesuai dengan sifat proposal sendiri sebagai suatu usulan, rencana, atau rancangan program kegiatan. Banyak menggunakan kata-kata bermakna lugas atau denotatif bukan kiasan. Hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman antara pihak pengusul dengan pihak penerima proposal. Tujuan Pengajuan Proposal Tentunya tujuan utama pengajuan proposal adalah untuk mendapatkan persetujuan, pengesahan, bahkan pembiayaan dari pihak penerima usulan dalam menggarap hal yang diajukan. Selain itu, menurut Happy 2008 dalam Dalman 2016, hlm. 179 tujuan pengajuan proposal pada umumnya adalah sebagai berikut. Disetujui untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, pendidikan, dan budaya. Mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar. Mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintahan atau swasta. Untuk mengajukan kredit kepada bank. Mengadakan acara berupa seminar, diskusi, dan pelatihan. Cara Menyusun Proposal Menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 172 menyusun atau merancang proposal dapat dilakukan dengan beberapa tahap di bawah ini. Lakukanlah observasi terhadap lingkungan di sekitar, baik itu melalui pengamatan langsung ataupun melalui wawancara dengan tokoh setempat, berkenaan dengan permasalahan kesehatan, keamanan, moralitas, kelestarian lingkungan hidup, dan persoalan-persoalan lainnya. Observasi dapat dilakukan pula melalui cara daring atau studi pustaka di perpustakaan. Pilihlah salah satu dari berbagai persoalan yang telah terkumpul dengan cara memilih yang dianggap paling penting dan mendesak untuk dicari penyebab atau pemecahan masalahnya. Rumuskanlah bentuk penelitian atau kegiatan penelitian yang relevan dengan persoalan yang telah ditentuka. Cari pula referensi yang dapat memperkuat dan memperjelas persoalan yang akan melatarbelakangi penelitian atau kegiatan yang akan dilakukan. Diskusikan kembali persoalan serta penelitian atau kegiatan tersebut dengan kolega atau bandingkan dengan penelitian lain yang relevan. Mulai curahkan semua hasil pra penelitian dengan menulis latar belakang terlebih dahulu yang sebetulnya akan memuat rumusan masalah, tujuan, dan metode penelitian pula. Perhatikan kelengkapan, kejelasan, dan kemenarikan proposal dengan cara memastikan seluruh bagian struktur ada, kaidah kebahasaan sesuai dengan penanda proposal, dan menggunakan bahasa persuasif serta tata letak dan gambar yang baik agar menarik. Referensi Dalman. 2016. Menulis Karya Ilmiah. Depok Rajagrafindo Persada. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAN Kelas XI. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kosasih, Engkos. 2017. Cerdas Berbahasa Indonesia. Jakarta Erlangga.

bagaimana penyusunan proposal dengan struktur dan logika yang jelas